UIN SYAHADA Ikuti Workshop Keamanan Siber di Badan Siber dan Sandi Negara, Usulkan BSSN sediakan Plugin Keamanan untuk Website Kampus
Depok, 13 Oktober 2026 — Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan turut berpartisipasi dalam Workshop Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Sektor Pembangunan Manusia: Optimalisasi Pemanfaatan AI dan Digital Forensik untuk Respons Insiden Siber yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia tersebut berlangsung di Auditorium dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat. Workshop ini merupakan bagian dari Program Kerja Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN Tahun 2026, dengan landasan antara lain Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2021 tentang Badan Siber dan Sandi Negara serta Peraturan BSSN Nomor 4 Tahun 2023.
UIN Syahada diwakili oleh Candra Adi Putra, S.Kom., Kepala UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD). Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan bertukar pengalaman mengenai penguatan keamanan sistem informasi, khususnya dalam pengelolaan infrastruktur dan layanan digital perguruan tinggi.
Diikuti Berbagai Institusi dari Beragam Sektor
Workshop ini ditujukan kepada pengelola teknologi informasi (TI), Daftar undangan mencakup berbagai institusi, mulai dari perguruan tinggi, lembaga pemerintah, layanan kesehatan, hingga organisasi profesi dan komunitas. Keterlibatan berbagai institusi tersebut mencerminkan pentingnya peningkatan kapabilitas keamanan siber lintas sektor. Perguruan tinggi, sebagai institusi yang mengelola data akademik, penelitian, administrasi, dan layanan digital, perlu terus memperkuat kesiapan dalam mencegah, mendeteksi, serta merespons insiden siber.
Materi workshop membahas dua aspek penting dalam penanganan insiden siber, yakni digital forensik dan optimalisasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Materi Digital Forensics for Cyber Resilience membahas peran digital forensik dalam mendukung ketahanan siber dan proses penanganan insiden. Sementara itu, materi Optimalisasi Penggunaan AI untuk Penanganan Insiden Siber, yang disampaikan oleh Dr. Sumanto, M.Kom., dari Universitas Bina Sarana Informatika, mengangkat pemanfaatan AI sebagai bagian dari upaya membantu penanganan insiden siber. Kedua topik tersebut relevan bagi pengelola TI perguruan tinggi, terutama dalam meningkatkan kemampuan analisis, memahami indikasi gangguan keamanan, dan memperkuat proses respons ketika terjadi insiden pada sistem informasi.
Usulan dari UIN SYAHADA Untuk Peningkatan Keamanan
Dalam sesi diskusi, Candra Adi Putra mengangkat sejumlah persoalan praktis yang dihadapi pengelola TI perguruan tinggi. Pertanyaan yang disampaikan mencakup praktik terbaik dalam melakukan backup data, pengelolaan log server untuk mendukung pemantauan keamanan dan investigasi insiden, serta ketentuan terkait pengunggahan dokumen ke layanan AI seperti ChatGPT dan platform sejenis.
Menurutnya, pengelolaan cadangan data dan log server merupakan bagian penting dari kesiapan institusi dalam menghadapi gangguan maupun insiden keamanan siber. Strategi backup yang baik perlu memperhatikan keamanan salinan data, keteraturan jadwal pencadangan, serta kemampuan memulihkan layanan ketika terjadi kerusakan atau kompromi sistem. Sementara itu, log server yang dikelola dengan baik dapat membantu administrator menelusuri aktivitas sistem dan mengidentifikasi indikasi akses yang tidak semestinya.
Candra juga menyoroti pentingnya pedoman penggunaan AI di lingkungan perguruan tinggi, terutama terkait dokumen yang memuat data pribadi, informasi internal, atau informasi yang tidak boleh diungkapkan kepada pihak lain. Kejelasan aturan diperlukan agar pemanfaatan AI dapat berjalan seiring dengan perlindungan data dan kebijakan keamanan informasi institusi.
Selain menyampaikan pertanyaan, Candra mengusulkan agar BSSN dapat memfasilitasi atau menyediakan plugin maupun perangkat pendukung keamanan untuk platform yang banyak digunakan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya WordPress dan Open Journal Systems (OJS).
WordPress digunakan secara luas untuk pengelolaan situs web institusi dan unit kerja, sedangkan OJS mendukung pengelolaan jurnal ilmiah. Kedua platform tersebut menjadi bagian dari ekosistem digital perguruan tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian dari sisi pembaruan perangkat lunak, pengamanan konfigurasi, pemantauan aktivitas, serta pencegahan eksploitasi kerentanan.
Menurut Candra, dukungan berupa perangkat keamanan yang dapat diterapkan secara praktis akan membantu administrator kampus memperkuat perlindungan situs web dan jurnal elektronik. Upaya tersebut diharapkan dapat melengkapi langkah pengamanan yang dilakukan masing-masing institusi sesuai kebutuhan dan kondisi infrastrukturnya.
Usulan ini juga menekankan pentingnya pendekatan keamanan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur jaringan, tetapi turut memperhatikan aplikasi yang digunakan untuk menyediakan layanan publik dan akademik.
Mendorong Layanan Digital Kampus yang Lebih Aman
Keikutsertaan UIN Syahada dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan teknologi informasi dan keamanan sistem digital kampus. Penguatan keamanan siber perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan tata kelola data, pengelolaan cadangan dan log, serta pemeliharaan keamanan aplikasi.
Melalui kegiatan ini, Peserta di bimbing utnuk membuat aplikasi keamanan menggunakan dengan sofware Antigravity Seperti gambar dibawha ini. Tool kemanan ini dibangun dengan python dan Antigravity untuk menganalisa Log Apache untuk mendeteksi ada tidak nya serangan serta rekomendasi tindak lanjutnya.
