Rapat Kerja Perencanaan, UPT TIPD Paparkan Agenda Transformasi Digital dan Modernisasi Infrastruktur IT

Dalam Rapat Kerja UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan yang berlangsung pada 14–17 September, UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) turut memaparkan rencana program kerja untuk tahun 2027. Penyusunan program kerja tersebut diarahkan untuk mendukung upaya UIN Syahada dalam melakukan perubahan dan peningkatan layanan secara berkelanjutan bagi civitas akademika maupun stakeholder.

Dalam pemaparannya, UPT TIPD menyampaikan bahwa arah program kerja tahun 2027 akan berfokus pada tiga bidang utama, yaitu modernisasi infrastruktur teknologi informasi, digitalisasi layanan, serta pengembangan program pendukung Tridharma Perguruan Tinggi. Salah satu bentuknya adalah pengembangan dan penyempurnaan sistem informasi maupun aplikasi yang dibutuhkan oleh unit kerja di lingkungan UIN Syahada agar proses layanan dan administrasi dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Selain program rutin yang telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya, UPT TIPD merencanakan tiga Agenda baru pada tahun 2027. Agenda utama adalah penyusunan Masterplan IT UIN Syahada yang akan menjadi arah strategis pengembangan teknologi informasi untuk lima tahun ke depan. Dalam proses penyusunannya, UPT TIPD berencana melibatkan praktisi IT yang memiliki pengalaman dalam membangun enterprise architecture. Masterplan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mengembangkan infrastruktur jaringan, layanan digital, sistem informasi, serta pengelolaan dan integrasi data secara lebih terpadu sehingga pengembangan teknologi informasi UIN Syahada dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Agenda selanjutnya adalah Seminar PDDIKTI yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman civitas akademika dan pengelola layanan akademik mengenai perkembangan serta kebijakan terbaru PDDIKTI. Kegiatan ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan PDDIKTI, termasuk integrasi dengan layanan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), penomoran ijazah, Beban Kerja Dosen (BKD), serta layanan lainnya. Kegiatan tersebut dinilai penting karena layanan PDDIKTI terus mengalami pengembangan dan penambahan fitur sehingga informasi terbaru perlu dipahami oleh berbagai pihak, khususnya Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), program studi, dosen, dan mahasiswa.

Agenda ketiga adalah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bidang teknologi informasi dan data yang direncanakan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun. Topik Bimtek akan disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja dan perkembangan teknologi. Salah satu topik yang direncanakan adalah pengenalan fitur baru SIAKAD kepada para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan admin SIAKAD. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan fitur-fitur SIAKAD yang selama ini belum digunakan secara optimal, sehingga mendukung peningkatan kinerja pegawai sekaligus mempercepat proses pengelolaan data akademik.

Pada aspek infrastruktur, salah satu program penting UPT TIPD pada 2027 adalah penambahan titik akses Wi-Fi dengan standar Wi-Fi 6 atau teknologi yang lebih baru. Penambahan infrastruktur jaringan tersebut akan diprioritaskan pada ruang-ruang perkuliahan, termasuk ruang perkuliahan yang telah menerapkan konsep Smart Class. Penguatan jaringan diharapkan dapat mendukung aktivitas pembelajaran, akses terhadap layanan akademik, serta kebutuhan digital civitas akademika yang semakin meningkat.

Selain pengembangan jaringan, UPT TIPD juga merencanakan pengadaan server SIAKAD baru. Infrastruktur server SIAKAD yang saat ini digunakan telah berusia lebih dari 10 tahun sehingga diperlukan peremajaan untuk mendukung teknologi yang lebih baru, meningkatkan performa dan keandalan layanan, serta mengantisipasi pertumbuhan jumlah mahasiswa dan peningkatan kebutuhan layanan akademik digital di UIN Syahada.

Melalui berbagai program tersebut, UPT TIPD menempatkan pengembangan infrastruktur, integrasi Data dan penguatan layanan digital sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi digital Kampus. Semua program diatas diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan menuju layanan teknologi informasi yang semakin terintegrasi, efektif, dan mampu mendukung kebutuhan seluruh civitas akademik.