TIPD Gelar Pelatihan Pivot Table, Tingkatkan Keterampilan PPPK dalam Mengolah dan Menyajikan Data

UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN SYAHADA) menyelenggarakan Pelatihan Pivot Table bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam dua gelombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan data dan layanan administrasi yang lebih efektif.

Gelombang pertama pelatihan dilaksanakan pada 25 Mei 2026 dan diikuti oleh 20 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan UIN SYAHADA. Sementara itu, gelombang kedua diselenggarakan pada 2 Juni 2026 dengan antusiasme peserta yang tetap tinggi. Tingkat kehadiran pada kedua gelombang tercatat mencapai lebih dari 90 persen.

Pada gelombang pertama, materi disampaikan oleh Candra Adi Putra, S.Kom., sedangkan gelombang kedua menghadirkan Nusaibah Kholilah, S.Si., sebagai narasumber. Selain membahas penggunaan Pivot Table untuk mengolah dan menganalisis data secara cepat, pelatihan juga mencakup pengenalan konsep dasar Excel Table dan Pivot Chart sebagai pendukung penyajian data yang lebih informatif dan mudah dipahami.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer UIN SYAHADA ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam mengolah, merekapitulasi, serta menyajikan informasi dalam bentuk ringkasan eksekutif (executive summary) secara cepat dan akurat. Kemampuan tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam materi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat Pivot Table yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Pada bidang akademik, Pivot Table dapat digunakan untuk merekap jumlah mahasiswa berdasarkan program studi, angkatan, jenis kelamin, status akademik, maupun jalur penerimaan. Fitur ini juga sangat membantu dalam penyusunan laporan akreditasi, pelaporan PDDIKTI, monitoring registrasi mahasiswa, serta analisis data penerimaan mahasiswa baru.

Sementara itu, pada bidang keuangan, Pivot Table dapat dimanfaatkan untuk menyusun rekapitulasi pembayaran UKT, menganalisis tunggakan mahasiswa, memantau realisasi anggaran, mengelompokkan transaksi berdasarkan unit kerja, serta menyajikan laporan keuangan dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dipahami oleh pimpinan. Dengan kemampuan tersebut, proses pengolahan data yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

Selain mempercepat proses kerja, penggunaan Pivot Table juga membantu meningkatkan akurasi data karena mengurangi kebutuhan rekapitulasi manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan. Data yang tersaji secara cepat dan akurat akan mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat di berbagai unit kerja kampus.

Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Sesi praktik langsung yang menjadi bagian utama kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan materi pada berbagai kasus yang relevan dengan pekerjaan sehari-hari.

TIPD menilai bahwa penguasaan perangkat pengolahan data seperti Excel, khususnya Pivot Table, merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki tenaga kependidikan di era transformasi digital. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga pada pemahaman bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang bernilai bagi organisasi.

Ke depan, TIPD berkomitmen untuk terus menyelenggarakan berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan tenaga kependidikan, khususnya dalam bidang teknologi informasi, pengelolaan data, dan pemanfaatan aplikasi pendukung administrasi kampus. Langkah ini sejalan dengan visi Rektor UIN SYAHADA dalam mewujudkan digitalisasi kampus melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, diharapkan kemampuan pegawai dalam memanfaatkan teknologi informasi semakin meningkat sehingga proses pengelolaan, penyajian, dan pelaporan data, serta layanan administrasi akademik maupun nonakademik, dapat berjalan lebih efektif, efisien, akurat, dan berbasis data.